Mata Kuliah :
Tarbiyah Ulul Albab
Dosen
: Roro Inda Melani, MT. M, Sc
Tgl
: Kamis, 12 September 2013
Ruang
: B.306
Kelas :
A
Yang dapat saya pelajari dari hasil resuman buku tarbiyah
ulul albab terbitan UIN Malang, bahwa bagaimana kita menjadi insan yang
memiliki jiwa ulul albab (mahasiswa yang intelektual yang berjiwa pemikir demi
membangun kemajuan pengetahuan dan memecahkan kemaslahatan dalam masyarakat)
serta membentuk kepribadian yang unggul.
Kali ini kita akan membahas tentang hubungan antara kaidah
islam dan saintek. Yang konon katanya banyak saintist yang menyimpang dari
kaidah islam dan atheis. Salah satunya pada teori revolusi, disebutkan bahwa
manusia berasal dari seekor kera. Pendapat tersebut berasal dari teori darwin
dan dibuktikan dengan adanya fosil yang ditemukan penemu fosil di manca negara.
Ditemukan tengkorak yang terpendam di kedalaman sekitar >200km di dasar
tanah, bahwa tengkorak tersebut seperti tengkorak kera yang dahinya yang lebar
dan membungkuk seperti kera. Namun hal tersebut berlawanan dengan adanya
kalamullah kitab suci al Qur’an bahwa manusia pertama yang turun ke bumi adalah
nabi adam. Lalu bagaimana dengan teori darwin? Apa kita menyalahkan al-Qur’an?
Atau mungkin nabi Adam seperti kera? Lalu bagaimana dengan Kalamullah yang
mengatakan bahawa nabi adam adalah manusia sempurna yang cerdas. Apakah sifat
nabi adam yang disebutkan dalam kalam Allah merupakan salah satu sifat kera
yang kita kenal? Subhanalla, allahu’alam bisshowab.
Selanjutnyakita akan membahas tentang pemahaman Time is
money dan pemahaman tentang “belilah baju yang terbuat dari baja dan rubahlah
dunia dengan pedangmu” yang kini berubah jadi “belilah kata-kata dan rubahlah
dunia dengan kata-kata”
Ceritanya, konon katanya penulisan kata sword yang ditulis
oleh ilmuan inggris, yang memiliki kata pedang. Dikarenakan pada abad kesekian,
kehidupan di inggris tidaklah memakai listrik bahkan memakai lilin/cempluk.
Pada saat itu dengan keadaan yang begitu remang-remang, ilmuan tersebut menulis
sebuah kalimat untuk memajukan kerajaaan di inggris, akan tetapi pada
tengah-tengah menulis, spagetti yang dimakannya jatuh pada lembar kertas yang
sedang ditulisnya, pada bagian kata "sword’ sehingga huruf ‘s’ pada kata
tersebut tak terlihat dan membuat kalimat yang ditulisnya mengalami perubahan
kata menjadi ‘word’. Hingga akhirnya kalimat tersebut hingga kini berubah
menjadi “belilah kata-kata dan rubahlah
dunia dengan kata-kata” begitulah cerita
singkatnya.
Sedangkan pada pembahasan “time is money” tergantung dengan
pemahaman masing-masing individu yang mengartikan time is money itu bagaimana.
Jadi dapat disimpulkan bahwa waktu sangatlah berharga, bukan beruang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar